malam 1 suro keraton solo

Keraton Mangkunegaran Solo Rayakan Kirab 1 Suro

Peringatan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram selalu menjadi momen yang istimewa. Selain itu, peristiwa ini juga bertepatan dengan momentum 1 Suro pada penanggalan di kalender Jawa. Bulan Suro bagi masyarakat Jawa memang dianggap begitu sakral dan dikeramatkan. Tak sedikit pula yang menganggap bulan ini sebagai bulan yang dihubung-hubungkan dengan hal-hal mistis.

Tergantung kepercayaan dan keyakinan setiap individu.
Sudah menjadi tradisi turun-temurun bagi masyarakat Jawa untuk menyambut malam 1 Suro dengan ritual-ritual tertentu. Hal ini lebih sering dilakukan oleh para trah kerajaan, misalnya di Kota Solo, Jawa Tengah. Di Pura Mangkunegaran, misalnya. Mangkunegaran akan melaksanakan perayaan kirab malam 1 Suro pada Senin (10/9/2018) pukul 19.00 WIB.

Bagi pihak Mangkunegaran, bulan Suro ini dimaknai dengan mengintrospeksi diri. Menitikberatkan pada hal-hal buruk yang pernah dilakukan di masa sebelumnya, jangan pernah diulangi lagi. “Bulan Suro itu kita perlunya menyambut tahun baru Jawa ini instrospeksi sing wingi-wingi, sing ala-ala yo ojo dibaleni (yang kemarin-kemarin, yang jelek-jelek jangan diulangi lagi),” kata Humas Pura Mangkunegaran, Joko Pramudya saat diwawancara TribunSolo.com pada Minggu (9/9/2018).

BACA : Sewa mobil solo murah terpercaya 2018

Joko pun menuturkan harapan-harapan untuk tahun baru Jawa ini. “Ke depannya, dengan doa, dengan harapan bisa lebih baik, lebih bagus dan sejahtera,” lanjut Joko. Dalam kirab malam 1 Suro yang akan digelar, Mangkunegaran bakal mengarak empat pusaka, yang terdiri dari tiga tombak dan satu joli (tandu). “Prinsipnya hampir sama, tahun kemarin ada dua bendera pareanom dan bangun tulak nanti paling depan, kemudian baru cucuk lampah,” kata Joko.

sumber : tribunnews.com